Prestasi Internasional Tim KIR SMP Al Azhar Syifa Budi Solo 2020

SMP Al Azhar Syifa Budi Solo – Masa pandemi tidak menyurutkan semangat siswa KIR SMP Al Azhar Syifa Budi Solo untuk berprestasi. Kali ini prestasi internasional  diraih oleh ananda Nabila Tiar Fayruz Khalisa dan Kessiya Hapsari Buana Jati Putri kelas IX SMP Al Azhar Syifa Budi Solo.  Mereka berdua dalam satu tim mendapatkan medali emas pada World Invention Competition And Exhibition (WICE) 2020 Malaysia pada tanggal 12-13 September 2020.

Baca Juga : SD ASBSolo Juara MAPSI

Kompetisi internasional ini diadakan setiap tahun di Subang Jaya Malaysia namun untuk tahun ini diadakan secara virtual melalui aplikasi Zoom karena pandemi Covid-19. Kompetisi diikuti oleh siswa SMP dan SMA dari berbagai negara. Medali emas diperoleh ananda Fay dan Kessy untuk kategori Environmental Science. Mereka meneliti tentang pembuatan bioplastik dari bahan minyak jelantah. Bioplastik merupakan proyek yang dikembangkan oleh tim KIR SMP Al Azhar Syifa Budi Solo sejak tahun 2017.

Baca Juga : SMA ASBSolo Meraih Juara 1 Kompetisi Ekonomi UMS

Ananda Fay dan Kessy merupakan finalis Lomba Peneliti Belia Tingkat Nasional pada Tahun 2018 dengan penelitian bioplastik pembunuh kuman. Bioplastik adalah plastik yang dapat terdegradasi di alam. Diharapkan hasil penelitian dapat mengatasi masalah lingkungan yang disebabkan sampah plastik konvensional.

Sampah plastik konvensional tidak dapat terdegradasi di alam. Bioplastik mampu menggantikan plastik konvensional yang dapat mencemari lingkungan, menimbulkan penyakit, dan menyebabkan bencana seperti banjir.

Sedangkan pemanfaatan minyak jelantah menjadi nilai plus karena dapat mencegah penyakit yang dapat terjadi karena penggunaan minyak jelantah berulang, memanfaatkan bahan yang tidak terpakai, dan mengatasi pencemaran lingkungan karena pembuangan minyak jelantah ke lingkungan.

Minyak jelantah yang ada dimurnikan terlebih dahulu kemudian dilakukan proses saponifikasi sehingga menghasilkan sabun dan gliserin. Sabun yang ada bisa digunakan untuk mencuci tangan sedangkan gliserin dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bioplastik. Penelitian ini tidak menghasilkan sampah sehingga selain mendapatkan medali emas juga mendapatkan penghargaan Special Award dari MIICA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

52 − = 42